Showing posts with label MANAJEMEN KAS. Show all posts
Showing posts with label MANAJEMEN KAS. Show all posts

Friday, 21 January 2011

Perhitungan Biaya Penerapan Manajemen Kas

 
nMasing-masing bentuk manajemen kas yang telah dijelaskan sebelumnya memiliki biaya tersendiri. Manajemen kas yang efektif jika paling tidak biaya yang dikeluarkan sama dengan manfaat ekonomis yang diterima.
  Biaya Tambahan = Manfaat Tambahan
nPersamaan perhitungan sebagai berikut:
  P = (D) (S) (i)
  Dimana : P = peningkatan biaya per check dengan sistem baru
           D = pengurangan hari dalam proses pengumpulan
            S = rata-rata jumlah check (dalam nominal)
             i = tingkat pengembalian harian sebelum pajak

Thursday, 20 January 2011

Manajemen Kas

Mengatur arus kas masuk, dengan cara
nSistem Lockbox : dimana kas (check) tidak dikirim langsung ke perusahaan, tetapi konsumen akan mengirimkan ke P.O. Box tertentu. Bank komersial akan mengumpulkan kas tersebut dan mendepositokan ke rekening perusahaan
nImplikasi : mengurangi arus surat, arus pemrosesan dan arus transit.
nPreauthorized Checks (PACs) : suatu pengaturan dimana perusahaan diijinkan untuk membuat checks untuk menagih pembayaran langsung dari rekening konsumen
nImplikasi : mengurangi arus surat, arus pemrosesan dan arus transit.
  1. Mengatur arus kas keluar, dengan cara
  2. nZero Balance Accounts (ZBAs) : Berbagai divisi di perusahaan diperkenankan untuk mengeluarkan check dari ZBAs masing-masing divisi sehingga rekening divisi nantinya akan memiliki saldo negatif. Kas ditransfer setiap hari dari rekening master milik perusahaan untuk memulihkan kembali saldo ZBAs
  3. nImplikasi : memungkinkan kendali lebih atas arus kas keluar
  4. nPayable-Through Drafts (PTDs) : Memungkinkan perusahaan untuk menguji check yang dibuat oleh unit. Check dikirimkan lewat perusahaan, sehingga pembayaran dapat ditunda jika diperlukan 
 
Mengatur arus kas keluar, dengan cara
nRemote Disbursing : pengaturan kas keluar dengan cara menerbitkan check dari bank yang letaknya jauh dari pusat kota atau di daerah yang berbeda dengan tujuan untuk memperpanjang waktu pencairan checknya.
nImplikasi : memperpanjang waktu pencairan tetapi sangat tidak dianjurkan

Saturday, 15 January 2011

Manajemen Kas


Mengatur arus kas masuk, dengan cara
l.Sistem Lockbox : dimana kas (check) tidak dikirim langsung ke perusahaan, tetapi konsumen akan mengirimkan ke P.O. Box tertentu. Bank komersial akan mengumpulkan kas tersebut dan mendepositokan ke rekening perusahaan
lImplikasi : mengurangi arus surat, arus pemrosesan dan arus transit.
2.Preauthorized Checks (PACs) : suatu pengaturan dimana perusahaan diijinkan untuk membuat checks untuk menagih pembayaran langsung dari rekening konsumen
lImplikasi : mengurangi arus surat, arus pemrosesan dan arus transit.

Friday, 14 January 2011

MANAJEMEN KAS


MANAJEMEN KAS

Kas merupakan aktiva yang paling likuid dan merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya. Hal ini berarti semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan semakin tinggi tingkat likuiditasnya.

Persentase arus kas yang bersifat rutin lebih besar 19,08 % (74,22 % -55,14 %) jika dibandingkan dengan persentase arus kas yang bersifat tidak rutin. Hal ini menunjukkan bahwa arus kas pada PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN tidak fluktuatif sehingga jumlah kas cenderung stabil. Selain itu dapat dilihat dari jumlah kas tahun 2005 dan 2004 mempunyai selisih yang kecil.



Motivasi : perbandingan arus kas (dalam jutaan rupiah)
Ø  Arus kas dari kegiatan operasi sebesar Rp 4.587.024,00
Ø  Arus kas dari kegiatan investasi sebesar Rp 2.368.798,00
Ø  Arus kas dari kegiatan pendanaan sebesar Rp 762.321,00

Perbandingan arus kas diatas menunjukkan nilai arus kas dari kegiatan operasi lebih besar, yaitu Rp 4.587.024.000.000,00. Hal ini berarti PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN menggunakan motif transaksi.

Trade Off Risk >< Return
Risk : dilihat dari rasio likuiditas
Untuk manajemen kas menggunakan cash rasio

Investasi sementara pada tahun 2005 menunjukkan jumlah yang sangat kecil. Akan tetapi hal ini lebih baik daripada tahun 2004 PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN tidak memanfaatkan kas untuk investasi sementara.

Mempercepat kas masuk dan Memperlambat kas keluar

Sunday, 9 January 2011

MANAJEMEN KAS


MANAJEMEN KAS

Kas merupakan aktiva yang paling likuid dan merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya. Hal ini berarti semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan semakin tinggi tingkat likuiditasnya.

Persentase arus kas yang bersifat rutin lebih besar 19,08 % (74,22 % -55,14 %) jika dibandingkan dengan persentase arus kas yang bersifat tidak rutin. Hal ini menunjukkan bahwa arus kas pada PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN tidak fluktuatif sehingga jumlah kas cenderung stabil. Selain itu dapat dilihat dari jumlah kas tahun 2005 dan 2004 mempunyai selisih yang kecil.



Motivasi : perbandingan arus kas (dalam jutaan rupiah)
Ø  Arus kas dari kegiatan operasi sebesar Rp 4.587.024,00
Ø  Arus kas dari kegiatan investasi sebesar Rp 2.368.798,00
Ø  Arus kas dari kegiatan pendanaan sebesar Rp 762.321,00

Perbandingan arus kas diatas menunjukkan nilai arus kas dari kegiatan operasi lebih besar, yaitu Rp 4.587.024.000.000,00. Hal ini berarti PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN menggunakan motif transaksi.

Trade Off Risk >< Return
Risk : dilihat dari rasio likuiditas
Untuk manajemen kas menggunakan cash rasio

Investasi sementara pada tahun 2005 menunjukkan jumlah yang sangat kecil. Akan tetapi hal ini lebih baik daripada tahun 2004 PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN tidak memanfaatkan kas untuk investasi sementara.

Mempercepat kas masuk dan Memperlambat kas keluar