Showing posts with label LAPORAN KEUANGAN. Show all posts
Showing posts with label LAPORAN KEUANGAN. Show all posts

Sunday, 16 January 2011

Asumsi-Asumsi dalam Biaya Modal Rata-rata Tertimbang


Karena Dunia Usaha penuh ketidakpastian, untuk mempermudah perhitungan biaya modal rata-rata didasarkan pada asumsi:
Resiko usaha konstan : resiko terkait dengan variabilitas return terkait dengan kebijakan manajemen investasi perusahaan
Resiko finansial konstan : resiko terkait dengan variabilitas return karena perubahan struktur modal
Kebijakan Deviden konstan : deviden tumbuh pada tingkat pertumbuhan yang konstan pertahunnya
 
Biaya Modal Hutang
Untuk perusahaan yang menerbitkan, biaya modal hutang adalah :
rate of return yang diinginkan oleh investors,
disesuaikan dengan biaya floating (biaya yang terkait dengan penerbitan obligasi baru), dan
disesuaikan dengan pajak.
 

Sunday, 2 January 2011

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI



Pada Laporan Keuangan Konsolidasi-1, sudah dijelaskan dabagaimana membuat Laporan Keuangan Konsolidasi jika nilai wajar (fair value) asset dan liabilities perusahaan investee SAMA DENGAN book value (nilai bukun)-nya. Di posting ini saya akan bahas bagaimana membuat Laporan Keuangan Konsolidasi jika "Asset & Liabilities fair value" perusahaan investee TIDAK SAMA dengan nilai buku-nya.

Dalam kasus akuisisi aktiva bersih, tentunya perusahaan investee akan memberikan laporan keuangan dengan nilai asset yang sesuai dengan nilai buku-nya, tanpa memperhitungkan apakah nailai bukunya sesuai dengan harga pasar atau belum. Akan tetapi pihak investor pastinya tidak akan percaya begitu. Disinilah perlunya menggunakan jasa appraisal independent untuk melakukan penilaian (re-valuation), guna memperoleh nilai yang wajar (fair value). Nilai wajar yang dimaksudkan disini adalah sesuai dengan harga pasarnya. Itulah sebabnya mengapa nilai wajar (fair value) kadang juga disebut dengan “Nilai Pasar (Market Value)”. Walaupun re-valuation telah dilakukan oleh appraisal independent, tetap saja nilai wajar yang dihasilkan masih berupa estimasi.
Regardless apakah hasil revaluasi sudah mencerminkan fair value atau belum, akhirnya yang menjadi penentu deal atau tidaknya transaksi masih berpulang kepada calon investor yang akan melakukan final judgement & decision. Kenyataan-nya, dari begitu banyaknya kasus akuisi yang telah terjadi, tidak sedikit acquirer (investor) yang bersedia membayar lebih dari fair value.


Kuncinya:

Dalam kasus akuisisi aktiva bersih, jika fair value aktiva bersih perusahaan investee (terakuisisi) TIDAK SAMA dengan nilai bukunya, maka aktiva dan kewajiban perusahaan investee yang dapat diidentifikasi di catat sebesar fair value-nya. Selisih antara fair value aktiva bersih dengan harga beli (yang dibayarkan) di akui sebagai GOODWILL.


Contoh:

Masih memakai kasus yang saya pakai di Konsolidasi 1, untuk itu saya hadirkan kembali Balance Sheet kedua perusahaan sebelum proses akuisisi terjadi, seperti dibawah ini:


Hanya saja, saya akan tambahkan :

Fair Value “Inventory”-nya adalah $ 120,000
Fair Value “Equipment (net)”-nya adalah $ 400,000

Jika saya masukkan ke dalam spreadsheet, perkiraan nilai wajarnya seperti dibawah in


Dari spreadsheet di atas bisa kita lihat bahwa nilai wajar aktiva bersih PT. Sherrine (S) adalah $ 620,000 (diperoleh dengan cara: Total Asset Fair Value–Libilities Fair Value = $720,000–100,000 = $620,000).

Seperti biasanya, kita buatkan Elimination & Adjustment Journal, dan jurnalnya adalah seperti dibawah ini:

Catatan:

Set jurnal di atas terdiri dari:

[-]. Elimination Journal: Investasi pada company S di eliminasi dengan cara meng-offset-kannya equity perusahaan subsidiary (Comp S), nilainya tetap seperti sebelumnya, yiatu $500,000

[-]. Adjustment Journal: yang di adjust adalah : Selisih fair value dengan book value dan Goodwill ($20,000+$100,000+$80,000) di-offset-kan dengan Investasi Pada Company S ($200,000).

Jika jurnal eliminasi & adjustment di atas kita masukkan ke dalam kertas kertas kerja konsolidasi, maka hasilnya akan seperti di bawah ini:



Up Coming post dari serie Laporan Keuangan Konsolidasi ini adalah: Laporan Keuangan Konsolidasi-3, yang akan berfocus pada akuisi yang didanai dengan cara mengeluarkan saham (tidak dengan cash).